Sunday, July 31, 2011

[FanFiction] Love Crime Drabble : Poisonous Sweets




Author : cmELFb
Cast : Geum ChangMi
Jay Kim TRAX
Genre : Humour
Recommended Song : f(x) - Pinocchio, IU - Boo


Ini author bikin Drabble selingan Love Crime ^^
Enjoy~

____________________

Author POV


Di kediaman keluarga Geum
Setelah Jay dan ChangMi tiba di rumah setelah pulang sekolah..

Mobil hitam itu memasuki gerbang pagar, dan berhenti di depan garasi.

Setelah itu, Pria ber-pakaian hitam itu turun, dan membuka pintu mobil untuk mempersilahkan sang Tuan Putri turun.

"Silahkan turun, tuan Putri~" pria yg bernama Jay itu membungkuk, setelah membuka pintu mobil.
"Ish! Apaan sih? -_--_-" Akhirnya ChangMi turun sambil membawa kotak coklat dr temannya itu.

Dan mereka pun masuk kedalam rumah disambut oleh Nanny dan juga para maid dan tidak ketinggalan, Teuki.

"Selamat datang kembali, Nona ChangMi dan Tuan muda Jay." sambut Nanny membungkuk diikuti para maid.
"Bagaimana hari ini Nona?" Nanny bertanya
"seperti biasa, tidak ada yg menarik. Hanya dapat coklat"
"Ah, kalau begitu cepat naik ke kamar mu, dan ganti baju! Coklat mu itu juga dibagi dengan Tuan Jay ya."

Setelah, itu ChangMi menaiki tangga dan masuk ke kamarnya.

ChangMi POV

ChangMi's PINK ROOM

Aigo, akhirnya aku sampai di rumah =,=
Baru hari pertama, tp sudah aja bikin capek!
Dasar cewek2 kurang kerjaan, lagian tumben juga mereka memberiku oleh-oleh.

Hmm, tp kelihatannya enak.
Sebelum meleleh, lebih baik kumakan saja.

Lalu, kubuka kotak coklat itu.
Waah, coklatnya ada banyak! Lebih baik kubagi jg untuk Jay Ahjussi.
Tapi, tentu saja harus aku coba dulu :p:p

1 buah coklat kumakan..
"NYAAAMMM~ ENAAAK!" ucapku tersenyum sambil memakan 1 coklat lg.

Okay! Sebelum coklat ini habis, aku panggil Ahjussi!

"Jay Ahjussi~ ayo makan coklat~" aku memanggilnya di depan pintu kamarku, karena kamarnya juga tepat disebelah kamarku.

Ugh, tapi kenapa aku agak mual ya?
Gahh! Aniyo!! Ini cuma firasatku. Ayo makan lg~
"NYAM~" sambil menunggu Ahjussi keluar, kumakan 1 coklat lg.

IH! Kok lama sekali sih?! Sudah 1 menit setelah kupanggil Ahjussi belum muncul.

Eh, kok tiba2 aku sakit perut ya? Ughh, pasti gara2 bekal makanku tadi deh. Aish..


"ChangMi? Maaf, aku habis ganti baju. Ada apa?
wah, ini coklat yg tadi siang ya? Aku boleh bagi? Terimakasih ChangMi ^^" Akhirnya Jay Ahjussi keluar, aku menyuguhkan coklat dan ia memegang kotak coklat itu sambil tersenyum.

Hyaa~ Ahjussi memang terlihat lebih baik kalau tersenyum! Kkkk~

Aduuh, tapi kenapa aku tambah sakit perut sih?! Aku harus ke WC kalau begini!


Jay POV

Waah, ChangMi tumben sekali menawarkan ku coklat dengan manis.
Sebelum aku memakan coklat itu, kulihat ChangMi sedikit gelisah.

"Ahjussi! Tolong pegang coklatnya dulu ya. Ugh, aku mau ke WC" dan ChangMi menitipkan kotak coklat itu, dan segera turun tangga menuju WC.

Eh, aneh sekali. Sepertinya dia belum makan banyak hari ini..
Ah, yg penting aku mencoba coklat ini dulu~

"Nyam.. nyam.. Hmm, coklat ini enak jg ya." coklat ini pahit tapi manis, ini kan coklat kesukaan ku! Dark Sweet Bitter Chocolate~
Kalau begini aku jd ingat Inyoung.. Aigo, aku kangen sekali dengannya ;_;

Lalu, aku memakan 1 buah lg.
Hmm, enyaaak~

--------------

Tidak lama kemudian, ChangMi menaiki tangga.

"Waaa~ Ahjussi! Gimana coklatnya? Enak kan?
Sini, coklatnya! Aku mau makan lg~" ChangMi kembali di hadapanku dan memegang kotak coklatnya.

"NYAAM~ waaa, maniss nya~" ChangMi melahap coklat itu dengan lahap dan ia keliatan sangat manisss~
Refleks aku mencubitnya.

"Ih! Ahjussi! Senang bgt ih cubit2 pipiku -,-
Lebih baik Ahjussi ambil lg saja coklatnya." setelah ChangMi menawarkan Coklat itu, aku kembali memakan coklat itu.

Dan..
----------

Coklat itu habis, kami memakan sekotak coklat berdua.

Tapi, perasaan aneh muncul.
Lama-lama aku merasa mual dan perutku mulai sakit.

Dan hal yg sama jg terlihat pada ChangMi.

"Hei, ChangMi..
Kau kenapa kelihatan pucat? Kau tidak enak badan?" tanyaku, tapi kedengarannya suara ku jg lemas.

"Uggh, perutku sakit lg.. Dan juga aku mual!
Ahjussi juga pucat kok mukanya, hehe.." dia menjawab dengan suara lemas, dan masih2nya menunjuk kearahku sambil terkekeh.

AARGH! Perutku Sakit!
Dan, tunggu dulu...
Memang ada yg aneh!

Tadi ChangMi sakit perut, dan sekarang setelah kami makan coklat sampai habis, kami berdua sakit perut!

JANGAN-JANGAN!
ASTAGA!!


Author POV

"Geum ChangMi! Sepertinya kau memang benar!
Coklat ini sudah diberi obat!
Sampai kita, ugh! Sakit perut!" Jay berteriak kearah ChangMi sambil memegang perutnya.

"Aigo! Kenapa Ahjussi ini baru bilang?!
Aku kan sudah duga! Ini semua salah Ahjussi!
Kenapa kau ikut makan?!" tidak kalah, ChangMi membalas teriakan Jay.

"YA! yg makan duluan dan menawari ku kan Kamu!
Ughh!!! Sudah, aku harus ke WC sekarang!" setelah Jay berbicara, ia segera berdiri dan bersiap menuruni tangga.

"OH! TIDAK BISA AHJUSSI!
Aku dulu yg pakai WC nya!!!!!" ChangMi pun menyusul berdiri.

Mereka berdua terlihat berlomba menuruni tangga sambil saling menyenggol dan berteriak "Aku dulu!"

Mereka sampai di depan pintu kamar mandi bawah.
Sebelum mereka memutuskan siapa yg masuk duluan, masih sempatnya mereka ber-debat.

"JAY AHJUSSI! AKU DULU YG AKAN MASUK!"
"CHANGMI! INI SEMUA SALAH MU BISA MEMBUAT KITA SAKIT PERUT BEGINI!"

Mendengar teriakan mereka, Nanny keluar dari ruangannya.
"Aduh2 ada apa ini kalian bertengkar di depan WC?
Kalau begitu, Nanny dulu yg masuk ke WC ya. Aduh, kok Nanny jd sakit perut." belum sempat JayMi menjawab Nanny,
Wanita itu sudah masuk kedalam WC..

"BLAMM!" suara pintu tertutup terdenga di depan JayMi yg sedang 'menderita'

"NANNY!"
serentak mereka berdua berteriak sambil terus menyenggol satu sama lain, dengan keadaan menderita tentunya.


Love Crime Drabble
: Poisonous Sweets

END

------------------

Hello~
author cmELFb iseng bikin Drabble :p:p
Ini ceritanya gara2 dr kemaren author jg sering
cakit peyuut! Wkwk

Jangan lupa stay tune for more Love Crime Series ^^

Saturday, July 30, 2011

Love Crime, The Story I Didn't Know : Lonesome Princess

Sebelumnya, Author mau jelasin.

Tentang "Love Crime, The Story I Didn't Know"

Ini semacam Drabble, dan isinya tentang Biografi (Profile) tiap karakter Love Crime.

Dan ini bakal admin post setelah beberapa FF Love Crime.

So, semoga Readers bisa tahu lebih jelas karakter di Love Crime :):)

Sekarang, its about Geum ChangMi.

___________________________

Profile

Nama Lengkap : Geum Chang Mi 금창미
Nama Panggilan : ChangMi
D-O-B : 14 Mei 1998
Gol. Darah : O
Zodiak : Taurus

Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 42 kg
Hobi : apapunygbisadilakukandirumah
Hewan Favorit : Kucing, Anjing, Hamster
Makanan Favorit : Cheesy Rice Cracker
Warna Favorit : PINK, Hitam, Putih

______________

Biografi :

Keluarga,

Geum ChangMi, gadis berumur 13 tahun yg merupakan seorang putri dari keluarga Kaya di Korea.

Anak bungsu dari 2 bersaudara.
Mempunyai kakak perempuan yg bernama JangMi. Dan juga seekor anjing Chihuahua peliharaan nya bernama Teuki.









ChangMi adalah anak yg sangat manja!
Orang tua nya sering sekali pergi bekerja di luar negeri ber-bulan2, dan juga kakak perempuannya yg sudah kuliah.

Karena itu, ChangMi jarang bergaul. Dan kurang terbuka dengan dunia luar. Diapun hanya bersikap polos dan kasar terhadap orang2 di sekitarnya.


Personalitas,

Keras kepala, tidak cantik, prestasi labil, dan pemalas. Mungkin itu sebagian kecil dari sifat Negatif yg dimiliknya. Namun, dibalik semua itu ChangMi adalah anak yg ramah, pemberani, rela menolong, dan baik. Hanya saja, pengaruh dari dirinya yg selalu "disekap" di dalam rumah, ia tidak bisa bergaul dengan siapapun kecuali para pekerja di rumahnya.

Dibalik semua itu, entah kenapa tidak sedikit yg kurang menyukai ChangMi.

Dan yg paling berbahaya buat ChangMi : LINGKUNGAN SEKOLAH.

Ya, di sekolahnya yg tidak kalah mewah itu. Dia sangat di benci oleh para Seniornya.

Asal mulanya, ChangMi dengan polosnya selalu menjawab apa yg dilontarkan Seniornya itu.

Akhirnya, para Senior menganggap bahwa ChangMi adalah anak yg Nyolot.
Padahal, ChangMi hanya menjawab sesuai kenyataan dan logika.

Dan, dengan begitu. Tidak jarang dia selalu dikerjai para Seniornya. Namun, dikerjai dalam segi yg sangat sadis. Bisa dibilang Bully-ing.

Tapi, ChangMi berani untuk melawan mereka. Hanya saja, dia lebih memilih untuk menghindar daripada menghadapi. Sehingga, orang lain menganggap ChangMi penakut. Padahal itu salah besar!
ChangMi sangat berani untuk melawan para Senior itu.

Dan ia sangat tidak pernah mempunyai niat melaporkannya terhadap siapapun, kecuali Jay yg pada akhirnya mengetahui hal itu sendiri.

Dan dalam cerita "Back to School"
ChangMi terlihat sangat dingin, meskipun dalam dirinya ia takut.

ChangMi adalah tipe orang yg membunyikan perasaannya dengan penampilan yg bertolak belakang dengan isi hatinya itu.


Dalam segi pelajaran,

ChangMi sangat membenci Matematika dan Fisika. Lebih tepatnya lagi, ia tidak suka pelajaran hitung2an!

Tidak jarang dia mendapat nilai jelek atau pas-pasan.

Tapi, buat ChangMi itu bukanlah masalah besar, baginya mendapat ilmu itu sudah cukup, hanya saja apa kita mampu mengemukakan apa yg kita pelajari.


Things you should know :

- ChangMi mengidap "Nyctophobia" atau takut Kegelapan, asal mulanya karena saat masih kecil, ChangMi pernah dikerjai Kakaknya sendiri dengan cara : ChangMi dikurung di dalam lemari dengan ringtone HP suara Sadako.

Sejak saat itu, dia histeris jika berada di tempat gelap sendiri.

- ChangMi suka Hamster, dan BENCI semut!
Dulu saat masih kelas 6, ChangMi pernah memelihara sepasang Hamster. Hamster itu tumbuh dari kecil sampai besar. Dan tiba saat "musim kawin" yg ditunggu2, ChangMi berharap dapat mempunyai anak Hamster.

Namun, karena saat itu ia pergi keluar negeri.
Hamsternya itu tidak terurus dan akhirnya meninggal.

Sejak saat itu, ChangMi tidak berniat lg untuk memelihara Hamster. Tapi ia tetap suka dengan hewan itu.

Sedangkan ia sangat membenci Semut! Karena sering sekali, tiap ia menggambar diatas meja belajarnya. Selalu ada semut yg lewat! Padahal tidak ada benda manis disitu. Dan ChangMi malah ke-GRan bahwa dia yg manis -_--_-.

- Too Innocent! Too Lonesome! Too Creep!
ChangMi bisa diklarifikasi sebagai seorang putri Manja : yg terlalu Polos, Penyendiri, Aneh.

Polos : ChangMi tidak pernah bisa memahami apa yg namanya Cinta, Romantis, ataupun Seks *maap frontal, kata itu gabokep loh :)*

Jadi, dia baru bisa memahami semua itu setelah hadirnya Jay dalam hidup ChangMi.

Penyendiri : Teman yg dimiliki hanya 1, Kim Heejin.

Ia sering dianggap sombong, karena selalu menolak diajak bergaul dengan temannya yg lain. Namun, ChangMi lebih berniat untuk tidur daripada bergaul. Karena, baginya bergaul dengan teman di sekolahnya itu bikin capek!

Aneh : Polos, Penyendiri, Emosional

Gabungan yg sangat menggambarkan Putri ChangMi.

Melakukan apapun yg ia mau. Seenaknya, namun berarti.

Kelakuannya selalu "ada-ada aja" tapi dianggap baik.

- ChangMi sangat takut dengan yg namanya "SERANGGA" terutama Kecoak dan Laba-laba

- ChangMi sangat suka PINK!
Sampai kamarnya bewarna Pink semua.

- ChangMi suka Stitch 626
Tokoh kartun Disney favorit ChangMi. Ia punya boneka Stitch dari yg paling kecil sampai paling besar.

- ChangMi tertarik dengan Manga, dan ia suka menggambar di waktu senggang nya.

- ChangMi adalah tipe yg kurang menyukai Fashion. Meskipun sudah beranjak menjadi remaja dan iapun kaya.

ChangMi lebih menyukai pakaian sederhana, dan sangat menyukai style Childish dan Cute.

Yg sangat disukai adalah Hoodie ber-kuping, entah kucing, panda, atau kelinci. Dan kaos kaki Hitam-Putih. Dan juga rambut yg sering dikuncir dengan unyu :p:p.

______________________________________

That's all about ChangMi.
I Hope you like her! And keep reading Love Crime!!

PS : ChangMi merupakan gambaran dari Author :p:p

:p

Thursday, July 28, 2011

BIG THANKS!

Yo~~

This is cmELFb!

First of ALL : Thank You for visiting cmELFb's BLOG!!!
the Visitors was increased a lot by this week ^^

Thank You very much!!

And, stay tune here for many Fan Fictions! and our main FF
"Love Crime"

XOXO

[FanFiction] Love Crime : Back to School



Love Crime : Chapter 4

Author :
cmELFb

Cast : Geum ChangMi
Jay Kim TRAX
Kim Heejin

Genre : Mystery, General

Recommended Song : Big Bang - Day by Day, TRAX - Rush, IU - Boo

Love Crime chapter 4 is Out~
Enjoy this ^^~

-------------------------------

Akhirnya, setelah liburan panjang yg ChangMi dapati, kini sudah saatnya ia kembali ke sekolahnya "SEOUL International School" dan sekarang ChangMi duduk di kelas 2 SMP di sana.

Ya, International School.. Sekolah elit yg dipenuhi anak2 dari mancanegara dan juga orang2 (sangat) kaya!

Author POV

Senin, Pukul 07.00 pagi..
-kediaman keluarga Geum-

Pagi ini sudah terlihat sangat sibuk di rumah mewah itu.
Para maid sedang sibuk menyiapkan bekal spesial, dan menyiapkan seragam dan juga perlengkapan sekolah ChangMi.

Dan tidak ketinggalan Jay.
Kali ini dan seperti biasa Jay bertugas untuk membangunkan sang Tuan Putri dari tidurnya. Namun kali ini tentu saja dengan cara spesial.

Flashback-
Jay POV

Aah~ Pagi-pagi subuh aku sudah disuruh bangun oleh Nanny -_--_-. Ya, mau bagaimana lagi? Memang sudah tugasku. Pagi ini aku keluar dr kamar khusus ku, menuju ke lantai bawah..

Hari masih gelap, ada apasih Nanny membangunkanku sepagi ini =_=
"Ahh, selamat pagi tuan Jay." Tiba2 Nanny keluar menyambut dan membungkuk. "Selamat Pagi, Nanny ^^" aku juga balas membungkuk.

"Tuan Jay, silahkan diminum dulu kopinya. Lalu duduk dulu ya, ada hal yg harus kau lakukan. Dan ini sedikit spesial." Nanny menyuguhkan segelas kopi hangat untukku, mungkin agar efek masih-ngantuk ku hilang, lalu aku duduk di meja makan bersama Nanny. "ya? Apa yg spesial Nanny?" tanyaku sambil sesekali meminum kopi di cangkir itu.

"Jadi, begini tuan Jay..
Hari ini ChangMi sudah masuk sekolah lagi. Dan, sudah tradisi *dasar orang kaya -_-* keluarga Geum, dan ini baru dilaksanakan ke nona JangMi dan skrg giliran ChangMi.

Dan untuk menyemangati hari2 sekolah ChangMi, mungkin dia butuh sedikit dukungan.

Tapi untuk pagi ini, Tuan Jay cukup membangunkannya dan juga mengantarnya sampai sekolah. Karena supir pribadi kami sedang tidak bekerja disini.

Bagaimana, tuan Jay? Tidak keberatan kan?" Nanny menjelaskan panjang lebar.

"Ah, hanya begitu saja? Baiklah, tidak masalah bagiku. ^^" mau tidak mau, tentu saja aku harus melakukannya.

"tuan Jay tolong dipakai ya.." eh?! Apa-apaan ini?! Tiba2 Nanny mengeluarkan sergagam Tuxedo dr bawah meja!? *itu Tuxedo model pelayan, bodyguard gitu*

-Flashback END

Author POV

'Tok Tok Tok!' Jay mengetuk pintu kamar ChangMi

"APA?!" dan dari luar sudah bisa terdengar suara bentakan ChangMi, kemudian Jay tersenyum *loh? -_-*
"Miss Princess, can i come inside?" Dengan bahasa Inggris, perlahan Jay membuka pintu kamar itu.
Dan dugaan Jay benar, ChangMi masih TIDUR!

"Princess, please wake up~" dengan lembut Jay membangunkan ChangMi, karena mood 'Butler' nya sedang berlaku khusus pagi ini.
Perlahan pun ChangMi membuka matanya,"Hei, Ahjussi sedang apa? Kenapa pakai bahasa Inggris dan kenapa pake Tuxedo segala sih? =_=".
"Aigo, Nona ChangMi, kau benar2 lupa? Ini adalah hari kau kembali ke sekolah! Apa kau tidak bahagia?" Jay lalu duduk sejenak di sebelah kasur ChangMi.

"APA?! SEKOLAH?! Aku tidak mau ke Sekolah sialan itu! Ish!" ChangMi kaget lalu ia kembali menutup seluruh diri dan kepalanya dengan selimut.
"YA! Apa yg kau pikirkan sih?! Ayo Bangun dan berangkat sekolah!"akhirnya Jay menarik selimut ChangMi, tapi tetap ditahan olehnya.
Tiba2 ChangMi mengeluarkan mukanya lalu berkata dengan tatapan dingin, "Hei, Ahjussi! Asal Ahjussi tau! Bagiku itu bukan sekolah! Tapi Penjara!"
"Heh? Penjara? Maksudmu?" kemudian Jay berhenti dan kembali duduk disebelahnya.
"Iya, penjara! Aku selalu disiksa disana!" Kemudian ChangMi berdiri lalu mengambil tas sekolahnya, lalu keluar kamar, meninggalkan Jay.
"tunggu, jangan2 maksud Nanny.." sebelum Jay meninggalkan kamar itu, ia sempat berpikir apa maksud ChangMi..

-beberapa lama kemudian-

Jay POV

"Nona ChangMi! Kau sudah selesai belum?! Aku sudah menunggu di depan mobil ya!" aku pun menunggu sambil bersender di depan mobil hitam yg sangat mewah ini. Wah, mobil ini elegan sekali.. Pasti sangat mahal..
Fyuuh~ Sambil menunggu se-sekali aku bersiul.

Dan akhirnya si Putri ChangMi keluar..
Wow, penampilannya sangat berbeda dari biasanya!
Rambutnya terkuncir 2, lalu ia memakai kemeja putih dengan dasi hitam, kemudian ditutup oleh jas sekolah putih bergaris hitam..

Lalu, ia juga memakai rok pendek, kira2 sejengkal di atas lutut. ia memakai kaos kaki hitam dengan garis putih dibagian atasnya, lalu dengan sepatu boots putih bertali hitam.

Wew, kali ini ia terlihat jau~uhh lebih manis dan sopan~
Melihat penampilannya, akupun tersenyum, sedangkan saat kulihat wajahnya, wajahnya sangat jutek! Namun bagiku itu malah sangat imut! Akupun terkekeh berusaha menahan tawaku.

ChangMi POV

Ish, dengan begini, hari penderitaan ku akan segera dimulai. Akhirnya aku harus kembali ke "PENJARA" itu.

Sudah terlihat Jay Ahjussi di depan mobil..
Kali ini, Ahjussi tengil itu terlihat sangat gagah dan keren..!
Eits, tunggu dulu.. Bukan saatnya memikirkan Ahjussi itu! tapi bagaimana aku melewati penderitaan hari ini! -_--_-

Tapi, apa yg salah dengan Ahjussi, kenapa dia malah ketawa2 sendiri, lalu dia tertawa sambil memperhatikan ku, dari kepala sampai kakiku!?

"YA! AHJUSSI! APA YG LUCU?!" Akhirnya aku turun dr tangga pintu menuju kearah mobil hitam itu.

"Ah, Aniyoo.. HAHAHA, bukannya begitu, tapi kau ini maniiss sekali, apalagi ditambah muka cemberut gitu! HAHAHAHA!!" apa-apaan ini?! Ahjussi itu mencubit pipiku sambil tertawa lg, ih!

"HEH! AHJUSSI! Bukan saatnya kau mencubit dan tertawa bahagia seperti itu! Tapi pikirkan nasibku hari ini!" sepertinya dia benar2 tidak tau situasi ya!

"kkkkkk~! iya-iya nona ChangMi.. Ayo kita berangkat sekarang?" hufft, akhirnya kita akan berangkat..
Tunggu dulu! Ini bukan saatnya aku senang! Aaaaaa! Tidak!!!

Ahjussi pun membukakan pintu, dengan terpaksa aku masuk ke dalam mobil.


Author POV

Pintu gerbang rumah terbuka secara otomatis. JayMi pun berangkat menuju SEOUL International School..

-dalam mobil, perjalanan ke sekolah..-

Sepanjang perjalanan ChangMi hanya memandang ke jendela, sambil sesekali menggerutu sendiri. Sedangkan Jay hanya bingung sekaligus khawatir akan kondisi ChangMi.

"aigoo, gimana ini.. Bentar lg udh sampai lg. Ish! Ottohke?!" dengan suara kecil ChangMi panik sendiri lalu mengacak-acak rambutnya.
"Hei, ChangMi-ya.. Ada masalah apa sih? Sepertinya sudah dari pagi kau stress sendiri. Memang, apa yg salah dengan sekolah mu?" sambil mengemudi, Jay memulai pembicaraan.
"Aduh! Pokoknya Jay Ahjussi doakan saja, supaya nt aku masih bisa pulang dengan utuh! Nanti juga pelan2 Ahjussi akan tahu.." ChangMi menjawab dengan suara keras menghadap Jay. Kemudian ia kembali memalingkan wajahnya ke jendela.
"Ya~ jangan begitu dong! Aku yakin semuanya akan baik2 saja. Lagipula, Kan ada aku! Aku akan menjaga tuan Putri ChangMi~" dengan suara layaknya seorang pangeran, Jay mencoba untuk menghibur ChangMi
"Halah! Gombal! Sudah, di depan ini sekolahku! Ahjussi cukup sampai disini saja. Jangan lupa jemput aku lg jam 3 sore!" ChangMi pun turun dr mobil sambil membawa ranselnya.
"eh, aku lupa. Hari ini aku jg kembali bertugas di kantor ku. Mungkin jg sampai jam 3. Tapi aku akan pulang secepat mungkin dan menjemput mu kok :):)" teriak Jay dr jendela mobil.

Jay POV

Akhirnya ChangMi sampai di sekolahnya..
Benar2 sekolah mewah, halaman yg luas penuh berbagai bunga & tanaman, gedung sekolah yg megah, dan kulihat disekelilng penuh mobil2 mahal yg mengkilap dengan murid2 yg turun, bahkan ada yg bawa Maid untuk membukakan pintu dan menggelar Red Carpet..
Astaga, ini benar2 sekolah tidak biasa..

Sebelum aku berangkat menuju kantorku, aku memperhatikan ChangMi dari kejauhan, memastikan dia masih baik2 saja..

setelah kulihat2 dia masih baik2 saja kok. Bahkan ada tekannya menyapa, apa yg dimaksud si ChangMi ya?
Ah, aku harus kembali bekerja! Lalu jemput ChangMi nanti sore.
Oke, kajja!

Akupun segera membawa mobil ini kembali ke rumah ChangMi, sedangkan aku bisa menuju kantor dengan jalan kaki..

-setelah beberapa lama-
At SEOUL Police Station

"hosh.. hosh.. Aigo, kenapa jadi lari-lari an ya? Aduh, aku harus lapor ke Head Leader Park" ucapku ter-engah2 memasuki pintu depan kantor.
Karena aku belum ijin dengan 'tugas baru' ku ini, aku harus diam2 dulu.. Dengan sembunyi2 aku berusaha menemukan Tuan Park di ruang pribadinya.

Untungnya, saat ini semua sedang sibuk. Jadi aku harus cepat2 bertemu Tuan Park sebelum yg lain sadar..
Sambil berjalan diam2, aku memperhatikan orang2 yg sedang bekerja di mejanya.
Dan, saat kulihat di Meja JungMo, aigo! Ternyata dia sudah pulang?! Aish, aku belum cerita jg padanya! Hmm, tapi JungMo dongsaeng yg baik.. Dia pasti akan sabar menungguku..

Akhirnya aku sampai di ruangan Tuan Park..
"Permisi, Tuan Park.. Ini Jay, Tuan ada disini?" dengan pelan akupun masuk ke ruangan itu.


Author POV

Tiba2 setelah Jay masuk, pintu itu tertutup sendiri dr belakang, dan seseorang menerjang Jay dr belakang.
"YA! ADA APA INI?!" reflex Jay membanting orang itu ke depan *ngerti ga? Kea gerakan Taekwondo loh.. Ea*
"AH, Jay.. Urgh, kau sudah kembali rupanya, ugh.. Hehe" perlahan pria itu bangun.
"Head Leader Park?! Aigo, maafkan aku Tuan.. Tuan tidak apa2?! Maafkan aku tuan, aku tidak tahu!!" Jay pun kaget, melihat pria itu adalah atasannya sendiri, lalu ia segera membantu atasannya itu berdiri.

"ahh, tidak apa-apa! Justru kau hebat, kau masih mengingat pelajaran ku dulu. Hahaha, ayo duduk dulu Jay." setelah pria itu berdiri. Jay pun ikut duduk di depan pria itu..
"ya, kau mau cerita apa?" tuan Park bertanya.
"begini, Tuan Park tahu Mr. Geum Jang Suk kan?"
"tentu saja, dia kan teman dekat ku dulu saat kuliah!"

"ne, dia meminta ku untuk menjaga anak perempuannya. Jadi, mungkin dr sekarang aku akan lebih sibuk bersamanya daripada bekerja disini. Apa itu tidak apa-apa, Head Leader Park?" Jay menjelaskan tentang pekerjaan barunya.
"ah, si Jang Suk itu sudah punya anak..
APA?! ANAK PEREMPUAN?! YA, JAY! KALAU ADA WAKTU BAWALAH DIA KEMARI! AKU INGIN SEKALI MELIHAT ANAK PEREMPUANNYA JANG SUK!" tiba2 Tuan Park mencengkram bahu Jay sambil menggoyang2kannya..
"Ugh, tentu saja Head Leader Park.. Tapi lepaskan aku dulu.. Hehe.." setelah itu Tuan Park melepaskan Jay

"ya, jadi kau mau minta cuti kerja?" setelah keadaan kembali tenang, Tuan Park kembali bertanya.
"hmm, kurasa aku akan tetap bekerja jika ada waktu. Aku akan minta cuti kalau ada acara tertentu saja.." Jay pun menjawab.
"ah, kau memang murid ku yg paling baik! Kemari kau!" Tuan Park merangkul bahu Jay sambil menjitak pelan kepala Jay.
"eh, Tuan Park, ngomong2 JungMo sudah pulang dr tugasnya?" Jay menanyakan keadaan sahabatnya itu..

-----------------------------

At SEOUL International School

ChangMi POV

"Hi! ChangMi! Good Morning!" sesaat aku berjalan menyusuri Hall sekolah menuju kelasku, ada Jane cewek bule Amerika bekas teman sekelas 7 ku.
Lalu, sapaan yg serupa jg diucapkan oleh Tom cowok British yg baru kelas 8 sekelas denganku.

Hmm, pagi ini terlihat sangat aneh..
Tidak biasanya masih ada yg mau menyapaku, ADA APA INI?!

Melihat semua murid yg kukenal tersenyum atau menyapa kearahku, ini TIDAK BIASA! Lebih baik aku lari saja kekelasku!

-----------------

AIGO-YA! Kelasku kenapa biasa terpencil sekali?! Kelas 8-B di lantai 2, East side =_= sedangkan kelas 8C-D di West side dekat Tangga, 8A masih mending, mereka disebelah, tapi masih berdekatan dengan 8A-D! Sedangkan kelasku?! Paling pinggir arah Timur! Jauh dari tangga, jauh dari Toilet, jauh dari Kantin, dll! Lama2 biasa kurus dah diriku! =_=

'KREEET'
Perlahan pintu geser bewarna putih-abu2 itu kugeser.

Aku menapakkan kakiku untuk pertama kali di kelas 8B. Berharap tidak akan terjadi peristiwa penyiksaan.

Eh? Kenapa tidak ada apa2? Hanya ada beberapa murid yg menatapku sambil tersenyum. Biasanya ada saja penghapus terlempar ke kepalaku, atau ember diatas pintu yg siap menyiramku. Fuhh, hari ini aku aman..

Akupun menuju ke arah tempat duduk baris ke-3 di pinggir kanan. Meletakkan ransel dan duduk disitu..

Hmm, kali ini para murid yg dikelasku memperhatikanku dengan tatapan O_O
What the Hell is Happening?!

"HEY! WHAT'S WRONG WITH YOU GUYS?!" emosi, akupun berdiri sambil membentak kearah mereka.
"Uhm, nothing. We're sorry then..
By the way, have you meet Heejin? She said, she wants to meet you once you've arrived." setelah Sam cewek nerd dengan takut menjawab, aku segera menuju keluar kelas.

Heejin? Ah, aku dan dia beda kelas lagi rupanya..
Tapi, di mana aku akan bertemu dia? Aish, dasar Si Culun gak jelas!

Sambil memperhatikan sudut2 lorong kelas, aku berjalan menatap setiap murid yg menyapaku ramah.

Tiba-tiba..

'BRUUK!'

ARGH! Apa-apaan ini?! Siapa yg berani mendorongku?!
Sebelum aku berteriak dalam bahasa inggris, mulutku sudah disekap oleh sebuah tangan.

Dan, ternyata itu tangan..
HEEJIN?!
"SShhh! ChangMi! Hari ini kau dalam bahaya! Lebih baik setelah bel pulang sekolah, kau langsung pulang!" kuperhatikan Heejin tampak panik sambil berbisik cepat ke arahku.

"Hei! Ada apa ini? Apa maksud mu, Heejin-ah?" tanyaku tidak mengerti.

"Kau sudah memperhatikan lingkungan sekitar mu?! Apa ada yg terlihat aneh?" Heejin dengan sangat tidak Santai mengguncang2 pundakku.

"e, eh? Memang hari ini aneh kok. Semuaya jadi terlihat ramah padaku." jawabku terbata2

"Nah! Justru itu! Kau harus segera pulang, setelah bel pulang sekolah nanti! Arrasso?!" kembali, Heejin mengguncang2 pundakku lalu melepaskannya sekilas..

Dan akupun terjatuh kebelakang.

"Aku duluan ya! Hati-hati ChangMi!" dia dengan senyum polos berlari menuju 8A meninggalkanku seperti ini..

SIALAN KAU HEEJIN!!!!!!

---------------------

Kim Heejin, cewek kelas sebelah yg setiap istirahat selalu menghampiriku. Bisa dibilang, dia 1-1 nya teman di "penjara" ini.
Cantik, selalu masuk rank 5 besar, penampilan menarik, sopan, pandai bergaul, punya banyak teman dari kalangan kk kelas, cowok2, sampai guru2/pembersih disini =_=.

Kenyataannya, dia itu 1 tahun lebih tua dariku.
Kenapa? Dia 97-liners, hanya saja dia telat masuk SD jadinya seperti ini, dan wajar jg dia akrab dengan kk kelas.

DAN! Keadaan Heejin yg bisa dibilang Almost Perfect sangat bertolak-belakang denganku.

Suram memang.. DAMN YOU REALITY!

------------------

TREEENG!
School bell is ringing, its time for us to study again.


Author POV

Bel sekolah berbunyi, saatnya ChangMi memulai kembali hari-hari belajarnya. Sedangkan Jay..

Jay POV

Hmm, aku masih penasaran dengan apa yg dimaksud ChangMi.
Kira2 maksudnya apa ya? Menapa dia benci sekali ke sekolah mewah itu.

Ckck, bocah manja seperti itu masa gak suka sekolah? Keterlaluan sekali -_--_-

ChangMi POV

back to school.
-Author skip bagian sekolah, soalnya males -_--

TREEENG!
School's OUT!

Yak! Saatnya pulang sekolah, kuharap Jay Ahjussi sudah menjemputku!!

Sesaat semua murid dan wali kelasku keluar dari kelas. Aku baru keluar, keadaan lorong kelas sudah sepi. Dengan begitu aku bisa cepat pulang tanpa ada yg melihatku.

Biar saja para setan itu menungguku sampai besok -_--_-

-----------

Di depan gerbang sekolah..

hei! Mana Ahjussi tengil itu?! Harusnya dia sudah sampai sekarang!
Aish!!!

Akhirnya terpaksa kutelpon si Ahjussi itu.

Aku mengeluarkan Blackberry Bold 9700 putih dari kantong jas ku, lalu segera menghubungi Jay Ahjussi.

TUT.. TUT..
Aigo, angkat HP mu ahjussi!!

Sambil menunggu panggilanku ter-connect aku memperhatikan sekitar..
Dan, kulihat para setan sedang menuju ke arahku. Jauh memang, sekitar 10 meter, tapi aura menyiksa sudah bisa kurasakan.

JAY AHJUSSI! AYOLAH!

"Hallo?" akhirnya!
"AHJUSSI, KAU DIMANA?! CEPAT KESINI! AKU DALAM BAHAYA!!!!"
ini namanya PANIK!
Belum sempat Jay Ahjussi menjawab ku, kulihat mobil ku sedang menuju kemari.

Tidak ada waktu menunggu! Terpaksa aku berlari menghampiri mobilku.
Sesaat aku sampai, langsung aku membuka pintu itu keras dan langsung masuk.

Hosh, hosh.. Ahh, aman..

Jay POV

Eh? Apa-apaan ini?! Kenapa dia menelponku dengan tergesa2? lalu, kenapa dia berlari menghampiri mobil? Dan kenapa dia masuk dengan napas ter-engah-engah?!

"YA! KAU SUDAH GILA?!" aku membentaknya
"TIDAK! KITA HARUS CEPAT PERGI DARI SINI!" ChangMi menjawab dengan muka pucat.

Ada apa ini? Kenapa dia bisa sampai se-takut ini?

Saat aku mau menenangkan nya, tiba2 ada 3 orang gadis SMP yg mengetuk jendela mobil.

Akupun keluar sebentar dari mobil, meninggalkan ChangMi yg masih di dalam.

ChangMi POV

GAWAT.. MEREKA ADA DISINI..
KALAU BEGINI AKU BISA MATI SEKARANG!!!
JAY AHJUSSI TOLONG!!!

Author POV

"Permisi, Oppa. Kami temannya ChangMi, Kami mau memberi oleh-oleh dari liburan kemarin. Kalau bisa tolong diberikan ya. ^^" ke-3 gadis itu berbicara dengan sopan kepada Jay, lalu memberinya sebuah kotak kado.

"ah, temannya ChangMi ya? Baiklah, terimakasih ya ^^" Jay pun menerima kotak itu dan kembali masuk kedalam mobil.
Sedangkan ke-3 gadis itu pergi meninggalkan mobil mewah ChangMi.

"AHJUSSI! APA ITU?! CEPAT BUANG!!!" dengan keringat dingin yg terlihat di pipi ChangMi, ia melempar kotak itu kebelakang.

"YA! SADARLAH! MEREKA ITU TEMAN- TEMAN MU! KAU KENAPA SIH?" Jay kaget, dan mengambil lagi kotak yg telah dilempar ChangMi.

"TAPI! SEMUA ITU HANYA BOHOONGAN! DAN MUNGKIN ISI KOTAK KADO ITU RACUN!" ChangMi mulai berbicara dengan keras dengan keringat dingin yg mengucur.

Seketika itu juga, Jay memiringkan sebelah alisnya, lalu membuka kado itu.

Coklat..

"Kau lihat ini? Ini coklat dari luar negeri, dari temanmu, untukmu! Sudahlah, kau terlalu banyak ber-imajinasi! sebaiknya, sesampai di rumah kau tidur siang ya!" Jay meletakkan Kotak coklat itu ke atas paha ChangMi yg sedang duduk di kursi samping. Lalu mereka pun menuju kembali ke kediaman keluarga Geum.


--------------
Disisi lain..

"Hey, kau lihat itu? Sekarang ChangMi sudah punya butler pribadi.."
"Ya, dan sepertinya kita tidak bisa bersenang-senang dengannya lagi"
"Siapa bilang? Kita masih bisa kok bersenang-senang. Hanya saja tidak sebebas dulu. Hahahahahaha!!!"
"Eh, lagipula Butler nya tampan dan keren sekali! Beruntung sekali si ChangMi."
"Dasar gila, kau naksir sama Ahjussi seperti itu?"

"Apa yg kalian bicarakan?
Apa? ChangMi punya butler pribadi?
Tenang saja, kalian masih bisa bersenang2 dengan ChangMi.
Serahkan saja padaku, dan soal si Butler tampan.
Biar kualihkan dia dari ChangMi.
Kkkkkkk...."


Back to School
END

To be Continued in next chapter ;p

___________________

Akhirnya chapter 4 selesai!

Seperti judulnya, author jg udh balik school lg~

Kira2 siapa sih cewek2 di percakapan terkahir?
Stay tune for Love Crime chapter 5!!

Perhatian, sekolah dan teman2 nya Author ngarang :p:p
Tapi semoga masuk akal ^^

HINT : cerita sekolah ChangMi tuh serupa sama cerita sekolah nya author cmELFb loh! Ga semua sih, tapi sebagian besar kea gitu :p:p

Okeh! Thanks for reading Love Crime series!! :D:D

Friday, July 22, 2011

Fan Fiction] I Love You = Chapter 2

Hey, this is the continues of FF I Love You~
by Maarsja Mumu~ :p
ENJOY~

______________

Author: Mesh

Cast: Mieru

GD Big Bang

Victory Big Bang

Genre: Sad

Recommended Song: Big Bang – Lie


Setelah kejadian yang Mieru alami terjadi, dia seperti menjadi stress dirumah, dia jarang bicara, kelihatan tidak bahagia, jarang makan dan makannya hanya sedikit dan hal-hal yang seperti orang stress. Keluarganya mendiamkan Mieru, karena kalau ditanya 'ada apa?' Mieru tidak akan menjawab karena dia tidak mau banyak yang tau tentang kejadian itu.


2 hari sudah berlalu dari kejadian yang Mieru alami.. Victory cemas karena Mieru tidak memberi kabar sama sekali, lalu ditelfon oleh Vic pada saat malam.


{Victory POV}


“Halo.. Mieru, apa yang terjadi? Kau tidak memberi kabar sama sekali, apa kau tidak mau cerita kepadaku?” tanyaku ditelfon kepada Mieru.


“A-aku tidak apa-apa... Hanya sedang tidak enak badan saja kok.” jawab Mieru, tapi aku tidak yakin dengan jawabannya.. pasti ada sesuatu yang telah terjadi diantara Mieru dan GD.


“Oh, baiklah. Jaga dirimu baik-baik ya, istirahat yang cukup, semoga cepat sembuh. Sampai sini dulu ya, daa” kataku dengan ragu-ragu didalam hati.


“Terima kasih ya. Baiklah, daa” jawab Mieru dan dia langsung menutup telfon itu.


Aku sangat yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada Mieru yang membuatnya sangat down dan sedih.. apa mungkin karena GD? Ada apa dengan Mieru dan GD?? Apa sebaiknya aku menelfon GD dan bertanya apa yang telah terjadi?


Ah sudahlah.. besok saja, mendingan aku tidur saja, tidak pantas menelfon malam-malam untuk menanyakan masalah, lagi pula belum tentu juga GD yang sedang bermasalah dengan Mieru....


Mereka berdua sama sekali tidak menghubungi aku selama 2 hari ini, biasanya tak seperti ini.


-keesokan paginya-


'Haah, aku masih memikirkan apa yang terjadi dengan Mieru dan GD??' kataku dalam hati, beberapa menit kemudian, aku ingin menelfon Mieru tapi ternyata Mieru menelfonku duluan.


“Vic, aku ingin memberi tahumu sesuatu.” kata Mieru ditelfon, dia berbicaranya seperti orang sakit, aku tidak tahu dia kenapa.


“Oh baiklah, ada apa?” aku menjawab dengan halus dan sopan.


“Sebenarnya aku bukan tidak enak badan, tetapi karena kejadian pada saat aku ingin bertemu dengan GD.. jadi, pada saat aku menunggu GD, aku sudah menunggu lama tetapi GD belum datang juga, akhirnya aku memutuskan untuuk pulang saja, tetapi pada saat aku berbalik badan kearah pulang, aku melihat GD sedang bersama cewek dan sepertinya cewek itu pacarnya GD.. mereka sangat romantis... aku sebenarnya sangat kaget melihat GD seperti itu dan akhirnya aku menutup mukaku agar tidak ketahuan. Dan semejak kejadian itu, aku sudah seperti ini...” jawab Mieru sambil menahan nangisnya. Kasian dia, padahal Mieru suka GD tetapi GD seperti itu.


“Mieru.. sabar ya, memang itu sudah pasti GD? Mungkin kau salah lihat kalii” kataku, aku hanya ingin menenangkannya dan membuat dia seperti semula, aku tidak mau melihat Mieru sedih.


“Menurutku seperti itu, karena wajahnya mirip sekali dengan GD” Mieru menjawab. Lalu beberapa saat kemudian, kami berenti telfon-telfonan. Dan aku langsung menelfon GD.


“GD, saat hari sabtu kemarin kau ke Bridge yang kau dan Mieru suka bertemu tidak?” kataku kepada GD.


“Iya, sore-sore aku kesitu, memang kenapa?” kata GD dengan santai dan seakan-akan dia tidak tahu apa-apa.


“Kau kesitu dengan siapa?” kataku kepada GD.


“Memangnya kenapa sih? Itu kan bukan urusanmu.!” lalu GD langsung menutup telfon itu. Aku sudah curiga dengan GD.. aku kasian dengan Mieru.


{Mieru POV}


'Aku sangat tidak percaya bahwa itu GD... ini adalah hal yang paling menusuk bagiku.' kataku dalam hati dan mengingat masa kecil kami berdua. Aku dan GD bertemu pada saat Playgroup, waktu itu kami bisa berteman karena rumah kami berdekatan. Jadi kami selalu main bersama saat di Playgroup dan rumah sampai kami ingin masuk Elementary School, pada saat itu, aku dan GD sama-sama ingin pindah rumah, dan jarak antara rumah kami sangat jauh. Tapi untungnya saat Elementary School, kami masih satu sekolah. Tapi pada saat Junior High School, kami sudah berbeda sekolah tetapi kami tetap berhubungan tidak ada putusnya (*ea) jadi kami masih tetap dekat. Kami juga suka ketemuan di Bridge yang kami suka dan sekarang menjadi tempat kita sering bertemu. Aku dan GD beda sekolah sampai sekarang, Senior High School. Dari dulu kami belum pernah bertengkar dan merasakan yang sedih karena salah satu dari kami... baru kali ini aku merasakan yang membuatku sedih karena GD.


Aku hanya bisa merenungkan itu. Pada saat ulang tahunku kemarin, yaitu ulang tahunku yang ke-17, GD masih baik-baik saja.. aneh.


Lalu beberapa jam kemudian Vic sms aku bahwa dia mengajak kami bertiga, aku, GD dan Vic ketemuan di Restraunt yang waktu itu GD mengenalkan Vic kepadaku.


-sesampai di Restraunt-


Vic sudah sampai duluan, aku langsung menghampiri Vic, tetapi GD belum datang. “GD sudah datang? Dimana dia?” kataku kepada Vic.


“Dia belum datang, katanya tadi dia masih dijalan. Jadi gimana? Kau sudah baikan kan? Kau makannya sudah normal kan?” kata Vic.


“Kau tau darimana kalau aku makannya hanya sedikit dan jarang-jarang?” kok dia bisa tahu kalau aku jarang makan?-_- pasti Izumo Oppa mengasih tau, kan dia dekat dengan GD dan Vic. Izumo Oppa memang sudah kenal Vic lama, soalnya waktu itu dikenalkan dengan GD juga tapi aku tudak tahu -_-


“Izumo Oppa memberi tahuku, tapi dia tidak memberi tahu ke GD, katanya waktu itu kau dan GD sempet tidak berhubungan tetapi masih berhubungan denganku jadinya dia berpikir bahwa kau sedang ada masalah dengan GD dan dia hanya memberi tahuku” benarkan kataku, pasti Izumo Oppa, untung dia tidak memberi tahu GD..


Pada saat aku mengobrol-ngobrol dengan Vic, tiba-tiba GD datang dengan tenang. “Hey, ada apa? Sudah lama menunggu ya? Maaf ya” kata GD kepadaku dan Vic.


“Tidak, Mieru juga baru saja datang 5 menit yang lalu” kata Vic sambil menyuruh GD duduk.


“Oh, baiklah” kata GD kepada Vic. Setelah GD datang, kita bertiga langsung memesan minuman dan makanan kecil. Sambil menunggu, kita bertiga ngobrol-ngobrol.


“Kau pada hari sabtu kemarin ada ketemuan dengan seseorang tidak di Bridge yang kau dan Mieru suka ketemuan disitu?” kata Vic kepada GD.


“Iya, dengan Mieru” kata GD sambil menunjukku.


“Lalu mengapa kau tidak datang? Aku sudah menunggumu lama dari siang sampai sore” kataku kepada GD.


“Aku sudah datang kok, aku juga mencarimu..” kata GD kepadaku. Mungkin aku harus memberi tahu sebenarnya yang aku lihat...


“Jujur saja GD.. Aku melihatmu sedang bersama cewe dan kau seperti sudah pacaran dengan dia, memangnya kau sudah punya pacar? Kenapa kau kali ini tidak bilang?” Kataku kepada GD. Biasanya kita tidak seperti ini, kita tidak ada rahasia-rahasiaan, kita open minded.


“Ngg.. Yaa, itu memang benar tapi aku bukan pacarnya, percayalah.. Sebenarnya aku hanya ingin tahu apa yang kau bicarakan dengan Vic, aku hanya merasa tersingkirkan, jadinya aku seperti itu sabtu lalu, tadinya aku ingin bicara kepadamu tetapi aku tidak melihatmu..” Kata GD sambil memasang muka yang sedang memohon.


Aku dan Vic hanya terdiam saat GD berbicara seperti itu. Lalu dia berbicara lagi “Sebentar-sebentar... apakah kau tau mengapa aku mengenalkan kau dengan Vic? Apakah kau tau alasannya?” kata GD kepadaku.


“Tidak. Memangnya kenapa?” tanyaku ke GD.


“*sigh-ing* Untuk menjagamu saat aku sedang tidak bisa menjagamu.” Kata GD dengan tegas. Aku hanya bisa menunduk, karena aku merasa sangat bersalah... dia merasa tersingkirkan karena aku dan Vic, dan sebenarnya dia mengenalkan aku dengan Vic hanya untuk menjagaku pada saat dia tidak bisa..


“Maaf.. Sebenarnya yang aku bicarakan dengan Vic adalah kau..” kataku kepada GD sambil tetapu menunduk dikit. “Vic, beri tahulah” kataku kepada Vic, sambil pandanganku langsung tertuju ke Vic.


“Kau tidak memberi tahu perasaanmu dulu? Pada saat hari sabtu..” kata Vic dengan muka sedikit bingung, lalu aku mengangguk.


“Aku sebenarnya kesal dan sedih saat melihatmu dengan cewe itu.” kataku kepada GD dan GD pun langsung diam.


“Maaf.. Oh iya, ada sesuatu yang harus kukatakan kepadamu, tapi akan kukatan besok di Bridge pukul 03.30” kata GD kepadaku. “sekarang aku harus pergi, tidak apa-apa kan? Kau tidak usah khawatir Vic, aku dan Mieru bisa menanganinya masalah ini kok” kata GD, kepada Vic.


“Baiklah” kata Vic, kepada GD. “Tapi kau beneran datang ya? Aku tidak mau menunggumu lama lagi, aku masih takut kejadian seperti itu lagi” kataku kepada GD.


“Iya, aku akan datang” kata GD kepadaku. “Yasudah, Bye~” lanjut GD kepadaku dan Vic sambil melambaikan tangannya *ea.


{GD POV}


-keesokan sorenya-


'Dimana ya Mieru? Jangan bilang dia ingin balas dendam kepadaku..' kataku dalam hati, aku sudah agak lama menunggu Mieru.


Tiba-tiba ada yang memanggil namaku dari arah belakang, “GD! GD!!” saat aku menengok belakang, ternyata itu Mieru! Akhirnya dia datang juga. “*hosh* maaf aku telat sekali, tadi ada saudaraku dirumah, jadi belum dibolehkan keluar dulu” Mieru mengatakan itu sambil ngos-ngosan.


“Iya tidak apa-apa kok. Sekarang saudaramu sudah pulang?” kataku sambil memegang pundaknya Mieru.


“Belum sih, tapi aku sudah dibolehkan keluar kok, karena aku bilang aku ingin bertemu denganmu, hehe ^^” dia mengatakan itu sambil senyum-senyum.


“Yasudah, aku ingin memberi tahumu seakarang saja ya” kataku sambil melepas tanganku dari pundak Mieru.

“Baiklah, ada apa?” kata Mieru.


“Aku akan pindah ke Tokyo, Japan” pandangan Mieru langsung kosong saat aku bicara seperti itu, dan tidak lama Mieru langsung menunduk.


“Untuk selamanya?” tanya Mieru dengan kepalanya yang masih menunduk dikit.


“Aku tidak tahu, aku akan kabarkan lagi kalau keputusannya sudah pasti, ya?” lalu Mieru mengangguk, lalu bicara, “Kapan kau berangkatnya?” tanya Mieru.


“Nanti, pukul 20.00 aku take off” kataku. “Baiklah kalau itu memang keputusanmu dan keluargamu” jawab Mieru.



{Author POV}


pukul 17.00


“Yasudah, aku berangkat sekarang ya..” kata GD kepada Mieru. Lalu Mieru menjawab “Baiklah”

Lalu GD langsung pergi dan Mieru pun juga pulang. Sesampai dirumah, Mieru merasakan bahwa Love is Pain dan sakit hati atau patah hati *ea.


TO BE CONTINUED~^^

Thursday, July 14, 2011

About cmELFb's BLOG

Hi there, this is cmELFb a.k.a Mel.B already back from the holiday~
and now its school time again =_=..

By the way, i've seen my Stats (Visitors)
and its pretty high, and i know some people i don't know ever read my Blog.
Well, Thank You very much for reading ^^
But, i can't knew who you are and what you'd think about this blog -_-
so, i can't ask much but

PLEASE just post Comment, and that would be GREAT (y)

That's it, just want to say, please post any Comment, Critic, Suggestion or Support.
and that would be my pleasure to you guys ^^


Thanks for visiting cmELFb's BLOG!

PS : For the Fictions, most of it was in Indonesian (Bahasa) but one of my friend can make English fictions very well :) so Enjoy it~!

-----------------------------------------

Seperti apa yg kebanyakan pemilik Blog mau,
Author cuma minta post Comment atau sekedar ninggalin jejak(?) deh
Kritik, Saran, Support, apa aja!

Soalnya Author tau banyak yg suka baca, tp jadi Silent Readers.
Author berasa gak ada yg baca ini Blog, jadi kapan2 author merasa males nge-post FF lg..

Jadi kalo berasa isi Blog disini dan Fan Fiction nya asik dan seru, di Komen ya ^^

Makasih banyak semua, yg udh baca~!

[Fanfiction] Story of TOP

Hello, this is cmELFb back~

This is an English Fan Fiction by my friend, Anggie Wahono~<3

Read well, this is about TOP Big Bang xD

________________________

Author: Rue

Cast: Aeru (OC)

T.O.P (Big Bang)

Other minor characters

Genre: Romantic Comedy.

~T.O.P Ch. 1~




I stared blankly at the piece of paper in front of me. God hate me, I thought as I gripped on it harder making it crumple in my hand. Today was the final test before winter break and being the lazy human being that I am, I spent my time sitting in front of the TV, ignoring the text books that I was supposed to read. Like hell I’ll read them! They’re like 500 pages thick!


But every action has its consequences. For example, because I didn’t study, I didn’t know what the fuck are the answers to these damn questions. You know what teachers, if you hate me that much, you could’ve just point a gun at my head and get it over with instead of torturing me with these crazy test.


But of course, ranting wont do me any good now so I, unexcitedly, snatched my pencil and started filling the paper with random answers hoping at least one of them turned out correct.


~T.O.P~


I walked aimlessly upon the snow covered gravel road, feeling like crap. The test didn’t go well. Not only that I could barely answer anything without feeling like a total moron, but that bitch of a teacher just had to make fun of my answers in front of the whole damn class. That’s it. Next time I see her. I’m going to terrorized her life she’ll go crazy and would eat her own crap.


I’m kidding.


Well, not really.


My sadistic imagination aside, let’s talk about something less murderous. Like for example, the weather. Damn today was cold! The winds of course, didn’t help at all since all it ever did to me was give me another reason to hate every single thing in this world. But like seriously, I know that it was winter and it’s supposed to be cold but please, at least be a little more considerate. I mean, come on! It’s Asia people! I’m not really good at geography but weren’t Asian countries supposed to symbolize beaches and all those shits?


…I guess I’m not good at geography AT ALL. But at least it’s a tad bit warmer than London.


My eyes darkened at the thought of that damn city. Cold dear old London. It’s been a while since I’ve visited my parents—that’s a lie because I never visited them at all. It’s not like they want me there but parents are still parents. Wondering if they were still alive or not was probably the sanest thing I’ve ever done. But considering father would give me a cold shoulder every time I would ask about his condition that would make me insane either way.


God! What am I doing thinking about that grumpy old man with no life whatsoever? He doesn’t even care that I left for Korea, let alone want me anywhere near him since I was, apparently, a disgrace to the Wakashima clan.


I sighed and gritted my teeth as I continued on my way to my humble abode.


~T.O.P~


I reached the gate of my apartment building and tried to catch my breath. Maybe I shouldn’t walk that fast considering how heavy this coat was and how strong that wind was. I dragged myself into the building while filling my thought with what will come if I manage to get inside my condo.


But as I was making my journey across the endless thick white snow (I’m exaggerating…), I noticed the car of my dream. A black BMW, parked innocently beside that junk that I call my scooter. And seeing it beside that work of art made it look even more like crap. But no matter how hard I try to deny it, it was still

mine. And that junk is the only thing other than trains and busses that gets me where I want to be in the city.


I feel so envious with these rich people. Well my family is considered rich to be able to move me to Korea and got me a very luxurious condo here but those were my parents money.


You see, I have this thing called pride where I feel embarrassed to brag about something that’s not entirely mine. I don’t accept presents unless it’s my birthday. Back to the main point, damn! Look at this car!


But as I was drooling at the sight of that super duper damn ass awesome vehicle, the coldest wind I felt that day blew and I felt as if I was being freeze to death by mother nature. I cursed under my breath and wiped the half frozen droll from the side of my lips as I ran into the building. I refuse to be an ice cube and I would be if I stayed out there any longer.


“Good afternoon Ms. Wakashima.’ Joe, the doorman greeted. Well his name wasn’t really Joe, it was Jo something but I never got it right so Joe it is! Besides! He totally doesn’t mind that I changed his name…right?


I smiled at him and greeted him back. He’s one of the few people in this building other than a few other staffs in this because they’re actually real people. Not like those boring asses who’s heads are always filled with work and work only. Sometimes I wonder if my father had became more insane than he already was and invented minions with ne purpose only to work.


I talked with Joe for a while since he was a very nice old man who’ll listen to the first part of my rants. The second part is with Sue, the cleaning lady (And yes, Sue is not her real name). He gave me advice that actually helps and sometimes he even put some hilarious jokes in our conversation.


…okay, it’s not really funny, but I couldn’t tell him that.


Once my rants were done, we said our farewells and head to the lift as he continued on his work.


And that’s when I noticed a couple of men, about five of them, talking to Mei, the receptionist who was giving flirty eyes towards them as I waited for the lift. Yeah she was kind of a flirt but you know how girls can be considering those guys were kind of a joy to the eyes that could see.


Couldn’t really blame her for hitting on eye candies, it’s just that I’m not exactly a flirt type of person. More like the ones who would kick a guy’s ass if he tries to hit on me. I chuckled as she waved at me and I waved back, smiling my usual fake smile. I don’t feel the need to throw a real smile at someone who’s as annoying as a pig.


Just as I waved, those five pairs of eyes landed on me and I flinched. They stared at me for a second before going back to talk to Mei. That was weird. And the tallest one with the spiky silver hair was looking at me as if I was a weirdo or something. Me? A weirdo? He should check his own hair before judging other people. I rolled my eyes and stared at the monitor of the lift.


What the? It was still on the 6th floor? But it was on the 6th 10 minutes ago! Like what the hell are those people doing up there? Have food fight in an elevator or something. Really, people these days are such inconsiderate asses with no respect to others who just had a pretty damn hard day. Excuse me, but being a student is hard incase you didn’t know because we have to live up to our parents’ expectation to score the highest rank at every test. I never fulfilled that kind of expectation but still, Biology? It can’t get any harder that that.


I pressed the up button multiple times, I’m pretty sure it almost blows up, and gritted my teeth. It doesn’t even move one damn floor! I growled and turned to face Mei who flinched and smiled awkwardly as if she was terrified. I marched towards her as she stayed still behind the counter, too frightened to move an inch. She knows damn well that when I’m pissed, everyone needs to live up to MY expectation. No matter who the hell those people are.


“Who lived in the 6th floor?” I glared at her, demanding to know who dared to mess with me. She stood still for a moment before opening a big black book and quickly scanned her eyes over it.


“Umm…uhh…it’s M-Mr. Don Miles a-and his w-wife…uhh Kim Sung Min!” she stuttered.

Right after she said that, I heard a light sound of the lift opening and I swift my head towards it finding that indeed that Miles bastard was coming out of it with his wife in tow. Whatever they did up there, I should totally sue them for making me wait that long. I growled at them as they look towards the counter and quickly quickened their pace and was out of the building in no time. My glares always work.


I smiled satisfyingly at Mei and thanked her before walking back to the lift. But before I could even step in, somehow I just can’t get a rest with these people and their asshole-like personality.


“Spoiled brat.”


I stopped in my tracks and turned my head towards the source of voice, my deadly glare in place. Spiky Silver was looking at me with his hand in his pockets and his face in a slightly bored manner.


“Excuse me,…did you say something?” my tone was as if I was saying ‘I’m warning you asshole’. The man beside him who looked as if he had no eyes elbowed him while another one who was really skinny was telling him not to attract attention. Well he sure attracted mine.


“Yes. Did you not understand the word ‘Spoiled Brat’?” he said with a smirk on his face. His other friend who has a spiky hair similar to his began apologizing to other people around the lobby who were looking at us while the Mohawk one was trying—and failing—to calm Spiky Silver.


I began to shake in anger but as I was about to open my mouth the man who was already inside the lift interrupted. “I’m sorry but if you’re not going to take this one, please take another!” I glared at him and told him to wait for a second.


“No! I have work!” he said more sternly.


“And I have fist that could make your nose bleed so shut the fuck up and wait!!! Beat it fatso or else!!!!” I screamed at him. He looked offended but scared at the same time. Wimp. I rolled my eyes and continued to glare at Spiky Silver who decided to end his life today.


“Well listen here Spiky Silver, first, to answer your question, I understand that word completely. Do you understand the word ‘asshole’ then? Second, I have more in me than just a spoiled brat but you would forever be a complete ass with no life. And lastly, I’ll be damned if you live here, but if you do, DON’T DISTURB ME!” I stepped inside of the lift and closed it.



“I-I’m very sorry for that…umm…s-she’s a really nice person if you get to know her! Please don’t change your mind about living here!” Mei said nervously. If she let them pick another place to live then her boss would definitely kill her.


The tallest man stared at her before smirking mischievously and took the keys, “No I think we’ll stay.”


~T.O.P~



I throw my bag to the couch violently as the man in the lift repeatedly pushed the close button as if his life depends on it. Well, he has every right to do so since I did give him quite a hard time back there. He might press charges and call his lawyer since he looked like the kind to have one. But, really, his lawyer won’t be as good as mine.

Speaking of pressing charges, that Spiky Silver has some nerve messing with me. I may be a daughter of a wealthy family but I can take care of myself just fine thank you very much. I may be a little spoiled and all but that was really rude. But I guess I’m one to blame too since I’m a short temper person by nature and I get a little too overboard sometimes. Maybe I should apologize to him…


Nah.


I’m usually not the type of person to worry that much, but I just can’t help the feeling that something big is coming to my life…I shrugged and turn the TV on to watch my favorite show.


That night for the first time since I moved here, I had a freakishly annoying nightmare.


Weird.

Chapter 1 end.